Semana Santa di Larantuka adalah jejak sejarah, tradisi, dan iman yang hidup. Semana Santa bukan hanya sekadar perayaan keagamaan, namun juga sebuah warisan sejarah yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
Berawal dari kedatangan para misionaris Portugis di abad ke-16, tradisi ini berkembang di tengah masyarakat Katolik Larantuka, menjadikannya salah satu perayaan Pekan Suci paling sakral di Indonesia.
Sejarah mencatat bahwa hubungan antara Larantuka dan bangsa Portugis bermula ketika para pelaut dan misionaris Portugis singgah di wilayah ini dalam perjalanan perdagangan rempah-rempah. Seiring waktu, pengaruh Katolik semakin kuat, terutama setelah peninggalan patung Tuan Ma (Bunda Maria) dan Tuan Ana (Yesus Kristus) yang diyakini sebagai tanda perlindungan ilahi bagi masyarakat Larantuka.
Pada Rabu Trewa, umat Katolik mengenang pengkhianatan terhadap Yesus dalam suasana hening. Kemudian, puncaknya terjadi pada Jumat Agung, ketika ribuan peziarah dari berbagai daerah mengikuti Prosesi Laut dan Darat, membawa lilin dan doa dalam perjalanan suci mengiringi patung Tuan Ma dan Tuan Ana melewati berbagai titik bersejarah di kota.
Semana Santa di Larantuka bukan hanya sebuah ritual keagamaan, tetapi juga kisah tentang kesetiaan, iman, dan warisan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.
|
Rabu 16 April 2025
1. Meeting Point di Bandara Larantuka 2. Registrasi peserta (id card) 3. Orientasi lokasi kegiatan Semana Santa 4. Tradisi Rabu Trewa di Kapela Tuan Ma |
|
Kamis 17 April 2025
1. Ke Pelabuhan Way Balun 2. Ke Bukit Fatima 3. Kapela Tuan Ma 4. Kapela Tuan Ana 5. Eksplorasi Gereja Katolik San Domingo 6. Sunset di Pelabuhan Adonara |
|
Jumat 18 April 2025
1. Kapela Tuan Meniru 2. Perarakan laut dari Pantai Kuce 3. Perarakan darat menuju Katedral 4. Ziarah Kubur 5. Perarakan darat keliling Kota Larantuka |
|
Sabtu 19 April 2025
1. Perarakan darat dari Gereja Katedral 2. Perarakan laut menuju Pantai Kuce 3. Eksplorasi Gereja Katolik San Juan (Gereja tua berarsitektur Eropa) 4. Trip Semana Santa selesai. |